Kamis, 19 November 2015

MAKALAH FILOLOGI (Pengertian, Objek dan Tujuan)

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Filologi selama ini dikenal sebagai ilmu yang berhubungan dengan karya masa lampau yang berupa tulisan. Studi terhadap karya tulis masa lampau dilakukan karena adanya anggapan bahwa dalam peninggalan tulisan terkandung nilai-nilai yang masih relevan dengan kehidupan masa kini. Berbeda dengan produk masa kini, hasil cipta masa lampau tidak selalu dapat diterima dengan jelas sebagai akibatnya banyak tulisan
masa lampau dirasakan tidak mudah dipahami. Karakteristik karya-karya tulis dengan kondisi seperti tersebut menuntut pendekatan yang memadai. Untuk membaca karya-karya tersebut diperlukan ilmu yang mampu menyiangi kesulitan akibat kondisinya sebagai produk masa lampau. Dalam hal inilah ilmu filologi diperlukan.[1]

B.     Rumusan masalah
a.       Apakah Pengertian Filologi Secara Etimologi dan Terminologi ?
b.       Apa sajakah Objek  Kajian Filologi ?
c.       Apakah Tujuan Filologi ?





BAB II
PEMBAHASAN

A.       Pengertian Filologi secara Etimologi dan terminologi
                   Kata filologi berasal  dari bahasa Yunani philogia yang berupa gabungan kata dari Philos yang berarti ‘teman’ dan logos yang berarti ‘pembicaraan’ atau ‘ilmu’. Dalam bahasa Yunani philogia berarti ‘senang berbicara’ yang kemudian berkembang menjadi ‘senang belajar’, ‘senang kepada ilmu’, ‘senang kepada tulisan-tulisan,’ dan kemudian ‘senang kepada tulisan-tulisan yang bernilai tinggi’ seperti ‘karya-karya sastra’.[2] Jadi filologi sebagai disiplin ilmu mengenai bahasa dan sastra suatu bangsa, pada mulanya sangat erat kaitannya dengan bahasa dan sastra bangsa Yunani dan Romawi, kemudian meluas kepada bahasa dan sastra bangsa-bangsa lain, seperti  bangsa Perancis, Spayol, Belanda.[3] Filologi sebagai istilah memiliki beberapa pengertian, sebagai berikut.
a.       Filologi sebagai ilmu tentang pengetahuan yang pernah ada. Dari pengertian ini, filologi memperoleh arti ilmu pengetahuan tentang segala sesuatu yang pernah diketahui orang.[4] Informasi mengenai masa lampau suatu masyarakat, yang meliputi berbagai segi kehidupan dapat diketahui oleh masyarakat masa kini melalui peninggalan-peninggalan, baik yang berupa benda-benda budaya maupun karya-karya tulisan. Karya tulisan pada umumnya menyimpan kandungan berita masa lampau yang mampu memberikan informasi secara lebih terurai. Apabila informasi yang terkandung dalam karya-karya tulisan mempunyai cangkupan informasi yang luas dan menyeluruh itu dipahami sebagai kunci pembuka pengetahuan. Sebagaimana yang dikemukakan oleh Philip August Boekh. Dari pandangan inilah pengkajian terhadap teks-teks yang tersimpan dalam


peninggalan tulisan lampau tersebut sebagai pintu gerbang untuk mengungkapkan khazanah masa lampau. Dari pengertian inilah filologi disebut juga sebagai l’etalage de savoir.

b.      Filologi sebagai Ilmu Bahasa
Mengingat bahwa lapis awal dari karya tulisan masa lampau berupa bahasa, maka pekerja filologi pertama-tama dituntut untuk memiliki bekal pengetahuan tentang bahasa yang dipakai dalam karya tulisan lama tersebut. Hal ini berarti juga bahwa pengetahuan kebangsaan secara luas diperlukan untuk membongkar kandungan isi karya tulisan lampau. Dengan demikian, seorang pekerja filologi --‘filolog’-- harus pula ahli bahasa. Dari situasi inilah kemudian filologi dipandang sebagai ilmu tentang bahasa.[5]

c.       Filologi pernah dipandang sebagai sastra secara ilmiah
Arti ini muncul ketika teks-teks yang dikaji itu berupa karya sastra yang bernilai tinggi, yaitu karya-karya Humeros. keadaan tersebut membawa filologi kepada suatu arti yang memperhatikan segi kesastraannya (Wagenvoort, 1947). Pada saat ini, arti demikian tidak ditemukan lagi.

d.      Filologi dapat juga sebagai istilah untuk menyebut studi bahasa atau ilmu bahasa. Lahirnya pengertian ini akibat dari pentingnya peranan bahasa dalam mengkaji teks sehingga kajian utama filologi adalah bahasa teks-teks lama. Bidang bahasa yang dimasuki studi filologi ini adalah bidang yang beraspek masa lampau, misalnya salah satu segi dari bahasa bandingan, perkembangan bahasa bandingan, dan hubungan kekerabatan antara beberapa bahasa.[6]




B.       Objek Kajian Filologi
Filologi berusaha mengungkapkan hasil budaya suatu bangsa melalui kajian bahasa pada peninggalan dalam bentuk tulisan. Berita tentang hasil budaya yang diungkapkan oleh teks klasik dapat dibaca dalam peninggalan yang berupa tulisan atau yang biasanya disebut naskah. Dalam bidang filologi teks menunjukan pengertian sebagai sesuatu yang konkret. Oleh karena itu, pemahaman teks klasik hanya dapat dilakukan lewat naskah yang merupakan alat alat penyimpanan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa filologi mempunyai obyek dan sasaran kerja yaitu naskah dan teks,
       Wahana teks-teks filologi ada yang berupa teks lisan dan teks tulisan tangan dan tulisan cetakan. Oleh karena itu dilihat dari tradisi penyampainnya terdapat filologi lisan , filologi naskah dan filologi cetakan. Kerja filologi lisan banyak berkaitan dengan studi tradisi lisan yang merupakan tradisi penyampaian teks yang paling tua. Filologi naskah banyak berhubungan dengan pengetahuaan mengenai kehidupan naskah mengenai berbagai segi penyaksian dengan tulisan tangan dan akibat-akibatnya. Filologi cetakan banyak  berhubungan dengan  tradisi  cetakan. Tradisi ini dimulai pada tahun 1450 saat ditrmukannya teknik mencetak oleh Guttenburg dari Jerman.
       Tempat penyimpanan naskah Nusantara tersebar  di sebagian daerah Indonesia, bahkan ada juga yang tersimpan di mancanegara. Naskah biasanya disimpan  pada berbagai katalog di perpustakaan  dan  museum  yang  terdapat di berbagai  Negara. kecuali di Indonesia, naskah-naskah teks  Nusantara  pada saat ini sebagian tersimpan di museum-museum kurang lebih 26 negara, diantaranya di Malaysia, Singapura, Brunei, Belanda, Inggris, Spanyol. Sebagai naskah  lainnya juga masih tersimpan dan tersebar di masyarakat secara perseorangan.







C.       Tujuan Filologi
Sejarah asal mula lahirnya filologi sebagai suatu istilah, menunjukan bahwa filologi diperlukan dalam upaya mengungkap informasi mengenai kehidupan  masa lampau suatu masyarakat tertentu, yang tersimpan dalam wujud peninggalan yang berupa tulisan. Diketahui melalui penggarapan naskah, filologi  mengkaji teks klasik dengan tujuan mengenainya sesempurna mungkin dan  selanjutnya  menempatkannya dalam  keseluruhan  sejarah  suatu bangsa. Dengan  menemukan  keadaan  teks  seperti adanya semula, maka teks dapat terungkap secara sempurna pula. Secara terperinci dapat dikatakan bahwa filologi memiliki tujuan umum dan tujuan khusus.

1.      Tujuan Umum
a.       Memahami kebudayaan suatu bangsa melalui hasil sastranya, baik lisan maupun tulisan.
b.      Memahami makna dan fungsi teks bagi masyarakat penciptanya.
c.       Mengungkapkan nilai-nilai budaya lama sebagai alternatif pengembangan kebudayaan.

2.      Tujuan khusus
a.       Menyunting sebuah teks yang dipandang mendekati teks aslinya.
b.      Mengungkap sejarah terjadinya teks dan sejarah perkembangannya.
c.       Mengungkap resepsi pembaca pada setiap kurun penerimaannya (Baried, dalam Suryani, 2006: 8).[7]



3.       


BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan dan Saran
Dapat disimpulkan bahwa Filologi merupakan suatu disiplin yang berhubungan dengan studi terhadap hasil budaya manusia masa lampau. Dalam bidang filologi teks menunjukan pengertian sebagai sesuatu yang konkret. pemahaman teks klasik hanya dapat dilakukan lewat naskah yang merupakan alat alat penyimpanan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa filologi mempunyai obyek dan sasaran kerja yaitu naskah dan teks dan salah satu tujuan dari filologi yaitu memahami kebudayaan suatu bangsa melalui hasil sastra baik makna maupun fungsi dan mengungkap nilai-nilai budaya lama.
Di Indonesia menyimpan sejumlah informasi masa lampau mengenai berbagai segi kehidupan dan banyak yang belum mendapat sentuhan penelitian khususnya naskah-naskah yang menyimpan ajaran agama Islam sebaiknya segera dilakukan penelitian dari para ahli di bidangnya agar naskah tersebut tidak hilang dan terlupakan.





DAFTAR PUSTAKA

Suryani Elis, 2012, Filologi, Bogor: Ghalia Indonesia.
Baroroh Siti dkk, 1985, Pengantar Teori Filologi, Jakarta Timur: Pusat Pembinaan Pendidikan dan Pengembangan Bahasa departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Baroroh Siti dkk, 1994, Pengantar Teori Filologi, Yogyakarta: Badan penelitian dan Publikasi Fakultas (BPPF) Seksi Filologi, Fakultas Sastra, Universitas Gadjah Mada.




[1]Siti Baroroh Baried dkk, Pengantar Teori Filologi, BPPF, Yogyakarta ,1994,  hlm. 1-2.

[2] Siti Baroroh Baried dkk, Pengantar Teori Filologi, BPPF, Yogyakarta ,1994,  hlm. 2.
[3] Elis Suryani , Filologi, Ghalia Indonesia, Bogor,  2012, hlm. 2-3.
[4] Siti Baroroh Baried dkk, Pengantar Teori Filologi, BPPF, Yogyakarta ,1994,  hlm. 3.

[5] Siti Baroroh Baried dkk, Pengantar Teori Filologi, BPPF, Yogyakarta ,1994,  hlm. 3.
[6] Siti Baroroh Baried dkk, Pengantar Teori Filologi, Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta Timur ,1985,  hlm. 2.

[7] Elis Suryani , Filologi, Ghalia Indonesia, Bogor,  2012, hlm. 4-6.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar