Kunjungan "Perpustakaan UMY"
BABI
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Setelah
mendapatkan materi yang di berikan oleh
bapak M. Solihin Arianto, S.Ag., SIP., M.LIS. mengenai pengembangan koleksi
kami melakukan survei di perpustakaan Universitas Muhammadiya Yogyakarta untuk
mengetahui prosedur dan kebijakan pengembangan
koleksi beserta ruang lingkupnya bermaksud untuk membandingkan antara
teori dengan kenyataan yang terjadi di
lapangan.
B. Rumusan
Masalah
1. Profil
perpustakaan dan Biografi kepala perpustakaan UMY
2. Pengembangan
Koleksi di UMY beserta Ruang Lingkupnya
·
Bagaimana pedoman atau panduan dalam
pengembangan koleksi? Tertulis atau tidak?
·
Siapakah yang bertugas atau yang diberi
tanggung jawab dalam pengembangan koleksi?
·
Jenis-jenis koleksi apa yang ada di
perpustakaan UMY?
·
Apakah proses seleksi melibatkan
mahasiswa dan dosen atau hanya petugas saja?
·
Bagaimana implementasi dalam pengadaan
koleksi?
·
Bagaimana mengatasi apabila ada koleksi
yang di dapat melalui hadiah yang tidak sesuai dengan kebutuhan pemustaka?
·
Apakah strategi pengembangan koleksi
melalui kerja sama seperti Inter Library Loan?
·
Bagaimana mengembangan koleksi digital?
·
Apakah hambatan yang dialami dalam
kegiatan pengembangan koleksi?
·
Apa keunikan dari perpustakaan UMY?
BAB II
PEMBAHASAN
1. Profil
Perpustakaan Universitas Muhammad Yogyakarta (UMY)
Perpustakaan UMY beralamat kan di JL.Lingkar Selatan Taman Tirto
kasihan Bantul Yogyakarta berada di lantai 3, lantai 1 dan 2 adalah fakultas
Ekonomi sedangkan lantai 4 adalah pusat pelatihan bahasa. Visinya yaitu menjadi
perpustakaan yang unggul dalam pelayanan sumber informasi kemuhammmadiyahan.
Keislaman, dan ilmu pengetahuan berbasis
teknologi melalui kerjasama. Jenis pelayanan yang disediakan adalah layanan Sirkulasi,
layanan penelusuran Literature/Informasi (katalog), layanan Repository &
Jurnal, Literasi Informasi, Muhammadiyah Corner, Warung Perancis dan Sharing
Knowledge.
Kepala perpustakaannya adalah Bapak Lasa H.S nama H.S sendiri
kepanjangan dari Harsono dengan Tempat/tg.lahir : Boyolali, 1 Januari 1948
Alamat : Nologaten RT I RW 04 No.33 Caturtunggal Depok Yogyakarta Pendidikan : Sekolah
Rakyat Islam Mamba’ul Ulum di Boyolali 2. Madrasah Tsanawiyah Al Islam di
Boyolali, Madrasah ‘Aliyah Al Islam di Surakarta, Fakultas Sastra dan
Kebudayaan UGM, sedangkan ilmu mengenai perpustakaan beliau peroleh melalui
Diklat. Beliau merupakan penulis buku mulai menulis pada tahun 1973 pada
awalnya menulis di Koran, majalah dan artikel. Kamus tentang kepustakawanan
Indonesia merupakan salah satu karya dari Bapak Lasa H.S.
2. Pengembangan
Koleksi di UMY besertaRuang Lingkupnya
·
Pengembangan koleksi di Universitas
Muhammadiyah Yogyakarta tidak memiliki pedoman ataupun panduan secara tertulis
hanya disampaikan melalui media lisan dengan cara kumpulan rutin setiap hari
pukul 08.00 yang di isi dengan ngaji bersama dan ceramah.
·
Kepala perpustakaan bersama
kesekertariatan bertanggung jawab dalam pengembangan koleksi dengan prosedur :
kepala perpustakaan mencentang pada katalog buku apa saja yang akan di adakan
dengan dilanjutkan dengan pengecekkan yang dilakukan oleh sekertaris setelah
itu menelepon seles dan langsung di kirim sesuai permintaan. Semua dilakukan
dengan cara yang simple dan praktis.
·
Koleksi yang terdapat di perpustakaan
UMY meliputi cetak teks dan digital. Kriteria koleksi cetaknya yaitu : belum
dimiliki oleh perpustakaan UMY sebelumnya, terbitan dua tahun terakhir, 2 eks
setiap pembelian, buku yang lama jika banyak peminat akan di copy sebanyak 5
judul, majalah yang dilanggan yaitu tempo Koran dan jurnal. Selain itu juga
melanggan beberapa Database Journal yaitu Proquest
dan Ebscohost ( dilanggan Dikti), J
Stor dan CENGAGE Learning.
·
Proses seleksi hanya dilakukan oleh
kepala perpustakaan dan sekertaris namun disediakan pula kotak usulan buku
untuk mahasiswa dan dosen boleh menyarankan buku yang dibutuhkan dalam
perkuliahan.
·
Implementasi dalam pengadaan koleksi
hanya dilakukan melalui pembelian, hadiah dan beberapa buku yang ditulis oleh
dosen. Setiap dosen yang menulis buku diberikan ke Perpustakaan dan oleh LPM
dibayar sebanyak sepuluh juta rupiah.
·
Jika terdapat buku yang tidak relevan
dengan kebutuhan pemustaka yang didapat dari hadiah, buku tersebut tidak
diproses hanya di simpan jika ada yang membutuhkan akan di berikan dan dikirim
khusus untuk Sekolah atau Perguruan Tinggi Muhammadiyah.
·
Strategi yang dilakukan oleh
perpustakaan UMY dalam bekerja sama tidak menggunakan Inter Library Loan hanya dikhususkan untuk Muhammadiyah saja dan
bekerjasama dengan lembaga perpus yaitu Himpusnas merupakan lembaga
perpustakaan Muhammadiyah kota.
·
Pengembangan koleksi digital dilakukan
dengan cara melanggan E- jurnal dengan masa kontrak satu tahun setiap satu
tahun harus membayar agar bisa diperbaharui dan juga E-Book kelebihannya tidak
usah membeli efektif dan efesien.
·
Hambatan yang dihadapi dalam melakukan
pengembangan koleski yaitu : kurangnya respon dari dosen tiap Prodi dalam
mengusulkan koleksi yang mereka butuhkan, buku luar negeri mahal dan sulit di
peroleh contohnya buku bahasa Jepang dan harus mengerem pembelian.
·
Keunikan yang dimiliki oleh perpustakaan
UMY yaitu : kepala perpustakaan memiliki sistem sendiri untuk memantau perpustakaan (mengenai koleksi
dan keterlambatan pengembalian buku) , penagihan buku terlambat muncul di hp
mahasiswa yang bersangkutan dan perpanjangan buku bisa dilakukan melalui hp
masing-masing mahasiwa. Diadakannya pelatihan literasi informasi setiap hari
Senin-Jumat pukul 08.30-10.00 WIB dan 10.15-11.45 materinya meliputi
penelusuran jurnal, teknik penulisan makalah, tugas akhir, skripsi dan
desertasi yang dilaksanakan di ruang Repository dan Jurnal lantai dua
permustakaan UMY.
BAB
III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Dapat
disimpulkan bahwa pengembangan koleksi yang terdapat di perpustakaan UMY cukup
efektif, efesien walaupun mereka tidak menulis pedoman pengembangan koleksi
secara tertulis didukung oleh sistem dan kinerja dari petugas yang baik. semua
dilakukan dengan cara yang praktis tidak terfokus pada ketentuan-ketentuan yang
terpenting bagi mereka pelayanan terhadap pemustaka sudah dilakukan dengan
sebaik mungkin dalam hal pengadaan koleksi yang sesuai kebutuhan pemustaka
sampai dengan temu kembali informasi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar